Fajar Harapan Baru
Oleh Bima Nusantara
Cahaya fajar menyembul perlahan di ufuk timur, Membangunkan asa yang sempat tertidur. Hari kemarin adalah pelajaran yang berharga,
Menampilkan 10 karya puisi yang telah dipublikasikan.
Oleh Bima Nusantara
Cahaya fajar menyembul perlahan di ufuk timur, Membangunkan asa yang sempat tertidur. Hari kemarin adalah pelajaran yang berharga,
Oleh Anindya Kirana
Amplop cokelat berdebu di laci meja tua, Menyimpan kata-kata yang tak sempat menjadi suara. Aku menulis tentangmu pada setiap helai kertas,
Oleh Hendra Kurnia
Hidup adalah serangkaian persimpangan yang tak berujung, Kadang dipeluk kabut, kadang dipayungi lembayung. Kita mengira tujuan adalah akhir dari cerita,
Oleh Samudra Wijaya
Deburan ombak memecah karang hitam, Membisikkan rahasia palung laut yang kelam. Buih putih menari di atas pasir keemasan,
Oleh Clara Sinta
Pohon tua merelakan daunnya melayang jatuh, Menyerah pada musim gugur yang kian luruh. Begitu pula rasa yang perlahan kehilangan ruang,
Oleh Dimas Pratama
Kita pernah menertawakan getirnya dunia, Berbagi sepotong roti di teras tua. Tanpa sandiwara, tanpa topeng kepalsuan,
Oleh Fatimah Azzahra
Ketika seisi bumi terlelap dalam buaian mimpi, Aku hamparkan sajadah dalam hening yang suci. Menumpahkan segala sesak yang tak terucap pada manusia,
Oleh Bima Nusantara
Jangan tundukkan kepalamu di hadapan badai, Sebab elang tak pernah takut pada halilintar yang membantai. Setiap luka adalah ukiran keberanian,
Oleh Rangga Prasetya
Langit melukis jingga di batas pandang, Kala langkah kita terhenti di dermaga yang tenang. Tak ada kata yang mampu menandingi tatap matamu,